Home in a poem

Di detik waktu yang berjalan
Setiap gerak jarumnya punya suara
Lalu sunyi hilang, tenggelam dalam iramanya
Maka ruang jam itu telah menjadi rumah
Untuk suara yang diyakininya.

Di hamparan akar-akar fikiran
Setiap kata adalah makna
Lalu sepi hilang, terpendam dalam keindahannya
Maka puisi telah menjadi rumah
Untuk bait sajak yang dituangkannya
Untuk itu aku berkata pada setiap bait sajak,
dimana puisi telah menjadi satu rumah
Dari sekian banyak rumah yang ada

Comments